PENGETAHUAN ISENG

SEPAKBOLA

LUAR NEGRI

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label #Offside. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Offside. Tampilkan semua postingan

Mandzukic Lebih Baik Daripada Diego Costa

00.28.00
•
Mario Mandzukic Atletico Madrid Player
Sejak era Fernando Torres, Atletico Madrid selalu punya tradisi memiliki striker hebat yang kehadirannya silih berganti mengisi posisi ujung tombak klub ibu kota Spanyol tersebut. Kepergian Torres lantas mencuatkan nama striker Argentina, Sergio Aguero. Aguero hijrah ke Inggris untuk membela Manchester City, ada Diego Forlan yang menggantikannya. Forlan hengkang, lantas Atletico mendatangkan Radamel Falco sebagai gantinya. Falcao, striker asal Kolombia, pindah ke Prancis, jatah penyerang berdarah Brazil, Diego Costa, yang bersinar terang. Costa pindah ke Chelsea, lantas Mario Mandzukic didatangkan dari Bayern Muenchen.
Berlahan-lahan namun pasti, Mandzukic menunjukkan bahwa ia sanggup memilikul tradisi striker hebat di Atleti. Mantan penyerang Bayern Muenchen itu sudah mencobloskan bola kegawang lawan-lawan Atleti sebanyak 12 kali di seluruh ajang. Perincian dari 12 gol tersebut adalah enam gol di liga, lima gol dihasilkan di Liga Champion, dan gol tunggal di Piala Super Spanyol.
Satu lusin gol yang menjadi milik Mandzukic lebih banyak satu gol dibandingkan dengan yang diciptakan oleh mantan striker Atleti yang kini membela Chelsea, Diego Costa, yang baru meraih 11 gol bersama Chelsea pada waktu yang bersamaan. Perbandingan antara dua penyerang ini tentu tidak bisa dihindari lagi. Mandzukic tentu juga pahan akan kenyataan tersebut, begitu juga sang arsitek, Diego Simeone.
Mandzukic kini menjalani periode bagus. Ia membuat delapan gol dari sembilan pertandingan terakhirnya. Simeone menyebutkan hal itu bisa terjadi karena ada perubahan di tubuh Atletico. Simeone mengatakan mau tak mau ia harus mengubah cara main Atletico agar bisa sesuai dengan karakteristik Mandzukic.
Costa berbeda dengan Mandzukic. Costa begitu pas dengan gaya main Atletico pada musim lalu yang dominan dengan serangan balik. Sedangkan Mandzukic sendiri terbiasa bermain dengan gaya yang berbeda, dia lebih aktif di area kotak penalti. Di sisi lain, dua sektor sayap Atletico harus lebih hidup. Perubahan yang menghasilkan hasil maksimal tidak pernah didapat secara instan, sehingga perubahan dari cara bermain Atleti baru terlihat hasilnya belakangan ini..

Sekilas "Derby" : Liverpool v Man United

21.39.00
•
Apakah pertemuan antara Liverpool dan Manchester United dapat disebut sebagai derby ? Mengapa tidak ? Sekilas, kedua kota, Liverpool dan Manchester, berada di dua tempat yang "jauh". Liverpool di country Merseyside, sementara Manchester ada di country Greater Manchester.
Namun sebenarnya, mereka berada di region yang sama, yaitu di barat laut Inggris. Karena itu, pertandingan antara Liverpool dan Manchester United sering disebut sebagai North West Derby atau derby Barat Laut Inggris. Meskipun, nama derby itu juga berlaku untuk klub-klub lain yang berada pada region tersebut. Demikian pula ketika Liverpool bertemu dengan klub Machester lainnya, Machester City.
Bahkan, sebelum 1972, kedua kota sama-sama menjadi bagian dari country bernama Lancashire. Setelah 1972,  karena perubahan perbatasan, country tersebut dipecah. Lancashire masih ada, namun berukuran lebih kecil. Di Inggris barat laut kini ada lima country, yaitu Cheshire, Cumbria, Greater Manchester, Lancashire, dan Merseyside.
Walau demikian, hingga saat ini, terutama mereka yang sudah masuk kategori senior citizen, penduduk Liverpool dan Manchester masih menyebut diri sebagai Lancastrian atau orang Lancashire.

Jadwal pertandingan Liverpool vs Manchester United di EPL 2013/14
Minggu, 1 September 2013
Liverpool v Manchester United
Anfield

Sabtu, 15 Maret 2014
Manchester v Liverpool
Old Trafford

Pergantian Tag-Line Stadion Sepak Bola

03.35.00
•
Salam Sportif - Setelah cukup lama vakum dari dunia publikasi (sekitar 2 bulanan), Stadion Sepak Bola akan kembali meramaikan dunia informasi seputar sepak bola dengan situs-situs dan blog dengan tema sejenis lainnya. Kevakuman selama dua bulan terakhir terjadi bukan karena ketidakmampuan menyediakan berita kepada teman-teman semuaya, tapi lebih kepada faktor non teknis. 
Sebagai langkah awal untuk kembali dari peristirahatan, SSB melakukan sedikit perubahan pada TagLine yang dahulunya adalah "Non Mollare Mai, You'll Never Walk Alone" yang diambil dari dua slogan klub favoritnya saya (SS Lazio dan Liverpool FC). Makna dari tagline tersebut adalah
"Kami tidak akan pernah menyerah untuk menyediakan berita yang berbobot bagi pembaca, karena berita yang berbobot membuat kita selalu bersama (selalu dikunjungi)"
Tapi karena penggunaan bahasa yang mungkin sedikit asing terdengar ditelinga para pembaca, saya memutuskan untuk meng-Indonesia-kan tagline tersebut menjadi
"Memberikan Kualitas, bukan Kuantitas"
Perubahan tagline ini sekaligus menyatakan bahwa saya ingin menjadikan Blog Stadion Sepak Bola ini sebagai sarana informasi yang penting, bermanfaat, dan informatif dengan penggunaan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebuah harapan yang besar tentunya, tapi sebuah kehidupan tanpa harapan bukanlah kehidupan yang indah. Karena sebuah harapanlah hidup itu menjadi lebih berwarna.

Brazil Tanpa Si Nomor Sembilan

17.46.00
•
Pele, Romario, Bebeto, dan terakhir Ronaldo itulah sederet para penyerang legendari Brazil yang di kenal oleh dunia. Keberadaan mereka di lini serang tim nasional Samba seakan menggaransikan minimal satu tiket partai final di setiap kejuaraan yang mereka ikuti. Meski terkesan arogan, tapi demikian lah adanya. Para penyerang "nomor sembilan" tersebut membuat kekayaan skill olah bola yang di miliki oleh para pemain lainnya menjadi lengkap untuk meraih kejayaan di setiap kejuaraan yang di ikuti.
Mari kita melihat kebelakang sejenak, sejak terakhir kali meraih kesuksesan di Piala Dunia 2002, Brazil tidap pernah lagi menginjakkan kakinya di partai final kejuaraan antar negara tersbesar tersebut. Di lihat dari kualitas pemain yang mereka miliki dan yang terpilih kedalam skuad saat terjun di dua piala dunia setelahnya (2006 dan 2010) tentu tidak layak rasanya kenapa tim sebesar Brazil bisa tidak lolos bahkan untuk babak semi-final sekalipun. Banyak alasan dan faktor yang di berikan oleh para pengamat mengenai keganjilan tersebut, namun satu hal yang pasti dan sangat sedikit yang membahas penyebab kegagalan tersebut adalah karena Brazil saat ini tidak memiliki seorang penyerang murni dengan naluri gol yang tinggi. Pemain dengan tipe ini sering juga di sebut dengan si nomor sembilan.
Fakta berbicara demikian, sejak Ronaldo memutuskan pensiun dari timnas setelah kesuksesan di Piala Dunia 2002, Brazil tidak memiliki stok pemain yang setipe ataupun yang mendekati kemampuan Ronaldo dalam hal naluri mencetak gol dan insting di dalam kotak penalti. Memang setelah era Ronaldo berakhir, Brazil kebanjiran para striker hebat dengan skill olah bola yang bisa dikatakan di atas rata-rata. Tapi, mereka hanya hebat dalam urusan mengolah bola bukan dalam hal naluri menetak gol dan kelihaian melihat peluang di dalam kotak penalti. Singkat nya adalah para penyerang Brazil hanya bisa membuat peluang tanpa mampu mengkonversi peluang tersebut menjadi sebuah gol.
Ketidak mampuan mengkonversi peluang menjadi gol tersebut lebih karena para pemain yang menepati pos lini depan Brazil saat ini bukanlah seorang penyerang murni. Sebut saja Pato, Hulk, Robinho, atau bintang yang tengah bersinar Neymar. Ke empat pemain ini memang bermain di pos penyerang saat membela klub ataupun timnas tapi pada penerapan nya di lapangan, mereka lebih sering bergerak melebar karena dengan cara itulah mereka bisa lebih memaksimalkan keunggulan skill yang mereka miliki. Efek dari kebiasaan inilah yang pada akhirnya membuat Brazil kehilangan kesempatan untuk menciptakan gol karena tidak adanya pemain yang berada di kotak penalti lawan.
 
leandro damiao brazil
Damiao, Harapan Baru Brazil
Melihat fakta seperti ini, jadi sangat wajar jika pada kenyataannya tim Samba kesulitan untuk meraih kejayaan di setiap kejuaraan yang mereka miliki. Meskipun demikian, masih ada secercah harapan bagi para fans tim Samba untuk melihat negara pengeksport kopi terbesar di dunia ini kembali berjaya. Harapan itu kini terletak di pundak salah satu pemain tim junior Brazil yang tampil di Olimpiade beberapa waktu yang lalu, Leandro Damiao. Kesuksesan Damiao menjadi top scorrer di Olimpiade menjadi peringatan kepada dunia bahwa sekarang tim nasional Brazil telah bersiap menantikan hadirnya kesuksesan bersama Si Nomor Sembilan dalam tubuh Leandro Damiao

Prediksi Berbahaya Pele

15.06.00
•
Mendengar nama Pele semua pecinta sepak bola di seluruh dunia pasti mengenal betapa hebatnya sang pemain, Meski tidak pernah menyaksikan secara langsung permainannya, tapi rekok 1000+ gol yang ia cetak selama karir profesional serta dua gelar juara dunia yang di raihnya membuat semua orang tidak ada yang tidak mengenal siapa Pele.
football player - pele
Meski memiliki karir dan prestasi yang gemilang selama aktif di lapangan hijau, ternyata ada satu hal lainnya yang justru membuat Pele seakan tidak layak untuk melakukannya. Hal tersebut adalah masalah memprediksi suatu hal yang berhubungan dengan sepak bola. Setidaknya ada 10 prediksi yang telah di lakukan oleh Pele dan keseluruhan prediksnya tersebut melenceng jauh dari kenyataan yang ada.
Tidak percaya ? berikut adalah 10 prediksi yang di buat oleh Pele, yang di rangkum dari berbagai sumber.
  • Prediksi : Brazil tidak akan lolos dari penyisihan grup di Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Brazil menjadi juara dengan mengalahkan Jerman 2- 0 di partai final
  • Prediksi : Bakal ada negara Afrika yang akan menjuarai Piala Dunia sebelum tahun 2000.
    • Kenyataan : Hingga pergelaran Piala Dunia 2010 yang lalu, peserta dari Benua Afrika kesulitan untuk sekadar sampai di babak semifinal.
  • Prediksi : Nick Barmby (eks pemain MU) akan menjadi bintang kelas dunia.
    • Kenyataan : Barmby hanya menjadi pemain biasa dan tidak pernah tampil di Piala Dunia.
  • Prediksi : Nii Lamptey dipuji akan menjadi The New Pele setelah memukau di Piala Dunia U-17 1991.
    • Kenyataan : Sinar Lamptey tak kunjung keluar, ia gagal di PSV, Aston Villa, Coventry, Venezia, dan Ankaragucu.
  • Prediksi : Ronaldo tak mungkin bermain sepak bola lagi akibat cedera saat membela AC Milan pada Februari 2009,
    • Kenyataan : Maret 2009, Ronaldo bermain untuk Corinthias dan mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan pertamanya.
  • Prediksi : Dalam film yang berjudul "Escape to Victory", Pele ikut  bermain dan mengalami cedera parah sehingga tak mungkin bisa tampil melawan tim Nazi yang sudah unggul 4-0.
    • Kenyataan : Bahkan dalam film prediksi Pele dibuat salah. Ia kembali tampil dan membawa tim Sekutu menang.
  • Prediksi : Argentina dan Prancis akan tampil di final Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Kedua negara terlempar di babak penyisihan grup, bahkan Prancis tidak mampu mencetak satu gol pun.
  • Prediksi : Kolombia akan menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
    • Kenyataan : Tersingkir di babak I sebagai penghuni urutan terakhir dan dihantam dengan tragedi meninggalnya bek Andres Escobar.
  • Prediksi : Spanyol difavoritkan jadi juara Piala Dunia 1998.
    • Kenyataan : Spanyol tidak lolos dari grup D kalah dari Nigeria dan imbang 0-0 ketika melawan Paraguay.
  • Prediksi : Cina akan lolos dari putaran grup Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Cina terdampar di dasar kelasmen tanpa poin dan gol.
Melihat prediksi yang di buat oleh Pele di atas, sudah sewajarnya jika kelak si mutiara hitam membuat sebuah prediksi akan membuat was-was para penikmat sepak bola. Di lihat dari prediksi yang ia buat, Pele terlihat tidak melakukan perbandingan terhadap hal lainnya ketika membuat prediksi sehingga prediksi yang ia buat terlihat bombastis dan resiko kegagalan terwujudnya pun semakin besar. Tapi, itu lah Pele seorang pemain besar yang mencoba membuat sebuah perkiraan meski pada kenyataannnya sangat jauh berbeda.

Pesepak Bola Dan Poker

16.11.00
•
Permainan kartu poker sedang mewabah. Booming poker pada awal dekade 2000-an melahirkan banyak pecinta permainan kartu ini. Adanya layanan bermain di internet yang menawarkan anomitas membuat poker bisa dimainkan oleh siapa saja. Sementara mereka yang lebih suka berhadapan langsung dengan lawan bisa mendatangi ruang-ruang khusus poker yang kini bisa ditemukan di banyak kasino.
Perjudian dan sepak bola sudah berkelindan sejak lama. Ada banyak cerita soal itu, konon kabarnya pemain QPR, Stan Bowles, terlihat bertemu bandar judi beberapa menit sebelum bertanding di Lotus Road. Permainan kartu juga bisa juga bisaa mengisi perjalanan saat berangkat dan pulang pertandingan di liga Inggris. Jadi tidaklah terlalu mengherankan jika para pemain tertarik pada poker, apalagi mereka yang punya pendapatan dan waktu kosong berlebih.
Sejumlah nama besar seperti Andrey Arshavin, Andriy Shevchenko, Francesco Totti, dan Gianluigi Buffon bahkan punya waktu buat tampil di turnamen poker kelas wahid. Biasanya itu terjadi berkat adanya sponsor dari pengelola situs permainan poker, tapi terlebas dari publisitas itu, banyak yang percaya sejumlah pemain memang rajin bermain poker, baik sendirian lewat internet maupun melawan teman-teman satu timnya.
Ketika kebanyakan pesepak bola menganggap poker hanya sebagai hiburan belaka, beberapa mantan pemain profesional di Inggris justru menseriusi dan siap bertanding melawan pemain poker terbaik dunia. Mereka antara lain Sheringham, dan mantan rekan setimnya di Millwall, Tony Cascarino. Di lapangan hijau, Shezza yang mengarahkan pergerakan kawannya itu, sebaliknya di meja berkarpet hijau, Cascarino yang lebih dulu terjun dan mengenalkan poker kepada teman lamanya ini. Transisi dari pesepak bola menjadi pemain poker pun berjalan mulus.
Soal kesuksesannya baru-baru ini, Sheringham berkomentar, "Saya senang bisa dapat peringkat kelima. Tentunya 93.000 euro bukanlah jumlah kecil. Uang itu membuat saya bisa masuk di beberapa turnamen lainnya -- ada yang mensyaratkan membayar 10 ribu dollar untuk ikut serta, uang euro itu saya pakai buat membayar uang muka."
Saat Gascarino akhirnya gantung sepatu, ia terdampat di Paris di mana sistem memungkinkan ia memperoleh uang bantuan dalam jumlah lumayan karena status sebagai pengangguran. "Saya sudah habis, sudah pensiun, dan tak punya pekerjaan. Saya biasanya bermain di Cirque Casino di Paris. Setiap kali kalah, saya menghukum diri dengan berjalan kaki sampai rumah. Saya memang berhadapan dengan orang-orang jago. Saat berjalan pulang itulah saya menyadari telah melakukan kesalahan."
Perkara adrenalin juga diangkat oleh bantan bek kanan Bayern Muenchen dan timnas Prancis, Willy Sagnol, yang tertular virus judi saat bermain di Monaco. "Kalau seseorang jadi olahragawan profesional, ia akan setiap hari ia hidup dalam iklim kompetisi," ujarnya.

Transfer Pemain Sepak Bola Termahal

01.23.00
•
Menjadi pemain dengan nilai transfer termahal jelas tidak lah mudah. Selain memiliki skil yang mumpuni, sang pemain juga harus telah memiliki gelar bergengsi di klub yang ia bela agar klub yang mengincarnya untuk bergabung bersedia mengeluarkan dana ekstra untuk merekrutnya. Satu persatu pemain sepak bola pernah mencatatkan dirinya sebagai pemain dengan rekor transfer termahal, lantas siapa saja pemain sepak bola yang saat ini menjabat sebagai pemain termahal ? dan siapa-siapa saja yang masuk dalam daftar transfer pemain sepak bola termahal tersebut ? untuk menjawab dua pertanyaan singkat ini, berikut adalah daftar 25 pemain dengan nilai transfer termahal sepanjang sejarah.
1. Cristiano Ronaldo (80 juta euro) // Man United ke Real Madrid, tahun 2009
2. Kaka (56 juta euro) // AC Milan ke Real Madrid, tahun 2009
3. Fernando Torres (50 juta euro) // Liverpool ke Chelsea, tahun 2011
4. Zinedine Zidane (45,62 juta euro) // Juventus ke Real Madrid, tahun 2001
5. Zlatan Ibrahimovic (39,76 juta euro) // Inter Milan ke Barcelona, tahun 2011
6. Luis Figo (37 juta euro) // Barcelona ke Real Madrid, tahun 2000
7. Hernan Crespo (35,5 juta euro) // Parma ke Lazio, tahun 2000
8. Sergio Aguero (35 juta euro) // Atl Madrid ke Man City, tahun 2011
9. Andy Carroll (35 juta euro) // Newcastle ke Liverpool, tahun 2011
10. David Villa (34,81 juta euro) // Valencia ke Barcelona, tahun 2010
11. Gianluigi Buffon (32,6 juta euro) // Parma ke Juventus, tahun 2001
12. Cristian Vieri (32 juta euro) // Lazio ke Inter Milan, tahun 1999
13. Dimitar Berbatov (30,75 juta euro) // Tottenham ke Man Utd, tahun 2008
14. Luka Modric (30 juta euro) // Tottenham ke Real Madrid, tahun 2012
15. Andriy Shevchenko (30 juta euro) // AC Milan ke Chelsea, tahun 2006
16. Karim Benzema (29,76 juta euro) // Lyon ke Real Madrid, tahun 2009
17. Rio Ferdinand (29,1 juta euro) // Leeds United ke Man Utd, tahun 2002
18. Gaizka Mandieta (29 juta euro) // Valencia ke Lazio, tahun 2001
19. Ronaldo (28,49 juta euro) // Inter Milan ke Real Madrid, tahun 2002
20. Juan Veron (28,1 juta euro) // Lazio ke Man Utd, tahun 2001
21. Manuel Rui Costa (28 juta euro) // Fiorentina ke AC Milan, tahun 2001
22. Yaya Toure (27,5 juta euro) // Barcelona ke Man City, tahun 2010
23. Xabi Alonso (27,2 juta euro) // Liverpool ke Real Madrid, tahun 2009
24. Edin Dzeko (27 juta euro) // Wolfsburg ke Man City, tahun 2011
25. Mario Gomez (26,42 juta euro) // Stuttgart ke Munchen, tahun 2009

6 Transfer Terheboh

00.44.00
•
Stadion Sepak Bola, 19/09/2012 - Transfer pemain dari satu klub ke klub yang lainnya adalah hal yang lumrah terjadi di era sepak bola profesional saat ini. Perpindahan pemain itu bisa terjadi antara satu klub di satu kompetisi ataupun antar klub yang berbeda kompetisi. Meskipun demikian, ketika terjadi perpindahan pemain tidak sedikit di warnai dengan aksi penolakan dari fans klub yang di tinggalkan.

Kehebohan dari terjadinya perpindahan pemain antar satu klub ke klub yang lainnya tidak hanya di warnai dengan aksi penolakan fans namun juga kepindahan yang tidak di duga. Dalam sejarah transfer pemain di dunia sepak bola, terdapat beberapa proses perpindahan yang menghebohkan para penggila bola hampir di seluruh dunia terutama fans klub yang di tinggalkan. Berikut ini adalah 6 transfer terheboh versi Stadion Sepak Bola.

1. Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)
Barcelonalista tentu tidak akan lupa bagaimana permainan yang di tampilkan oleh Luis Figo selama berkostum klub kebanggaan warga Catalan. Memperkuat El Barca selama lima musim (1995-2000)  dan memberikan dua gelar La Liga, dua piala Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa membuat pria bernama lengkap Lu�s Filipe Madeira Caeiro Figo ini menjadi salah satu pemain idola bagi para fans. Namun hal yang tidak pernah di banyakkan oleh seluruh fans terjadi, Figo hijrah ke musuh sepanjang masa El Barca, Real Madrid, pada musim kompetisi 2000/01. Kepindahan ini memunculkan reaksi keras dari para fans, buntut dari kebencian para pendukung Barcelona terhadap pria kelahiran 4 November 1972 ini adalah ketika pertandingan El Classico dimana saat Figo mengambil tendangan penjuru, ia di berikan "oleh-oleh" oleh fans Barcelona berupa sepotong kepala babi.

2. Roberto Baggio (Fiorentina ke Juventus)
Salah satu gelandang serang terbaik yang pernah di miliki oleh Italia, itu lah predikat yang di dapat oleh pria kelahiran 18 Februari 1967 ini. Bermain gemilang bersama Fiorentina selama lima musim kompetisi (1985-1990) membuat sinar terang Baggio semakin menyilaukan klub-klub lainnya. Kecemerlangan Baggio selama memperkuat Fiorentina ini pun membuat Juventus tertarik untuk meminang sang pemain. Pada awal musim 1990/91, Baggio resmi pindah ke Turin dengan mahar sebesar 10 juta euro. Kepindahan pemain berambut kuncir ini ternyata tidak mendapat restu dari para fans Fiorentina, fans yang kecewa terhadap transfer ini melakukan unjuk rasa di kota Fiorenze. Tercatat 50 orang terluka akibat unjuk rasa yang di lakukan terhadap ketidaksutujuan kepindahan Baggio.

3. Ronaldo (Inter Milan ke Real Madrid)
Massimo Morrati mungkin tidak akan pernah melupakan betapa Ronaldo tidak memberikan balasan atas jasa yang telah ia lakukan untuk sang penyerang. Betapa tidak, memperkuat Inter Milan selama lima musim (1997-2002) Ronaldo justru lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang medis di bandingkan di lapangan. Kesetiaan pihak Inter merawat cidera yang di alami oleh sang pemain justru di balas dengan hijrah ke klub lain. Setelah di nyatakan fit dan membatu negaranya, Brazil, menjuarai Piala Dunia 2002, Ronaldo memilih hengkang ke klub bertabur bintang Real Madrid.

4. Andrea Pirlo (AC Milan ke Juventus)
Apa yang ada di pikiran para petinggi AC Milan ketika melepas sang pengendali lini tengahnya ke klub rival, Juventus, tanpa biaya sepeserpun ? Itulah yang menjadi bahan perbincangan para pengamat sepak bola. Dari segi usia Pirlo mungkin sudah melewati masa keemasannya, namun pada kenyataannya pengaruh Pirlo di lini tengah AC Milan masih belum tergantikan. Mendapatkan maestro lini tengah tanpa biaya sesen pun jelas menjadi keuntungan besar bagi Juventus dan itu terlihat di akhir musim kompetisi. AC Milan klub yang melepas Pirlo harus merelakan status juara liganya, dan yang berhak menyandang predikat juara liga itu tidak lain dan tidak bukan adalah klub baru Pirlo, Juventus.

5. Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic (AC Milan ke PSG)
Efek dari peraturan Financial Fair Play, mungkin itu lah yang bisa menjadi penyebab pindahnya dua bintang di klub elit Serie A dan Eropa, AC Milan, ini ke liga Prancis yang bisa di bilang kualitasnya masih berada di bawah Serie A. Apapun penyebabnya, yang jelas kepindahan ikon lini depan dan belakang AC Milan ini telah membuat gusar para Milanisti, mereka seakan tidak percaya tim sekaliber AC Milan menjual pemain bintangnya ke klub yang statusnya jauh di bawah Milan sendiri. Sebagai bentuk kekecewaan fans terhadap transfer ini, lebih dari setengah tiket musiman yang telah di beli oleh para fans di kembalikan.

6. Robin van Persie (Arsenal ke Man United)
Kepindahan Robin van Persie ke Man United memang tidak serta merta membuat para fans Arsenal menjadi murka, namun yang membuat transfer ini masuk dalam 6 transfer terheboh di karenakan saga transfer yang terjadi. Ketika musim kompetisi 2011/12 berakhir, nama Van Persie menjadi komoditas terpanas di bursa transfer pemain, tercatat empat klub besar Eropa bersaing untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain. Ke empat klub tersebut adalah Barcelona, Real Madrid, Man City, dan Juventus. Ke empat klub ini saling klaim telah mendapatkan tanda tangan si pemain, namun pada kenyataannya semua pernyataan tersebut hanyalah rumor belaka. Man United yang masuk kedalam persaingan di saat-saat akhir justru menjadi pemenang dan berhak mendapatkan tanda tangan Van Persie dengan mahar 27 juta euro.

 
Copyright © PENGETAHUAN ISENG - ARTIKEL COPY PASTE. Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates