PENGETAHUAN ISENG

SEPAKBOLA

LUAR NEGRI

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label #Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Inggris. Tampilkan semua postingan

EPL - Tren Juara Bertahan

22.24.00
•
EPL
Ujar-ujar menyebut mempertahankan prestasi lebih sulit dibandingkan meraihnya. Di Premier League, itu terbukti benar. Pasalnya, hanya segelintir klub yang mampu kembali menyabet trofi setelah merengkuhnya pada musim sebelumnya. Sejak Liga Inggris berubah format menjadi Premier League pada 1992-93 silam, prestasi langka itu hanya bisa dicetak oleh Manchester United dan Chelsea. Belakangan, usaha mempertahankan gelar makin susuah diulang. Sejak Red Devils meraih juara secara beruntun pada 2006-07 hingga 2008-09, belum ada lagi klub yang mampu mencatat back to back di Premier League.
Fenomena serupa diprediksi bakal terulang pada musim ini. Sebab, sejumlah tim papan atas seperti Man United dan Chelsea sudah melakukan berbagai perbaikan demi merebut titel Premier League dari tangan Manchester City.
"Kami punya skuat dan para pemain yang bagus. Oleh karena itu, aku yakin Chelsea punya peluang besar memenangi trofi Premier League musim ini," ujar gelandang The Blues, Andre Schurrle.
Peluang The Blues dan klub elite lainnya untuk menghadang Man City meraih gelar juara secara back to back terbuka lebar. Maklum saja, kekuatan The Citizens saat ini tak mengalami peningkatan dibandingkan musim lalu. Andai tak ada perubahan signifikan dari segi taktik, permainan Yaya Toure dkk sudah pasti mudah terbaca oleh lawan. The Citizens pun sudah paham betapa beratnuya usaha untuk mempertahankan gelar Premier League. Pada 2012-23 mereka gagal juara secara back to back usai tergelincir pada pekan-pekan akhir. Trofi akhirnya melayang ke rival sekota, Man United.
"Semua lawan bermain dengan motivasi ekstra ketika bertemu juara bertahan. Ini makin menyulitkan kami," tutur Toure usai kegagalan dua musim lalu tersebut.
Spirit ekstra tim lawan saat menghadapi juara bertahan hanya salah satu fator pengganggu. Namun, sejatinya ancaman yang dihadapi oleh klub juara lebih dari itu. Tingkat kompetisi Premier League yang sangat tinggi justru pantas diwaspadai. Premier League menjanjikan uang berlimpah. Pada musim lalu, The Citizens sukses meraup pendapatan hingga 96 juta pounds berkat keberhasilan menjadi juara. Angka itu sudah lebih dari cukup untuk menyeimbangkan neraca keuangan sekaligus membayar seluruh kegiatan operasional klub.
Hadiah yang ditawarkan sebesar itu akhirnya membuat semua klub saling berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik. Ini membuat tingkat persaingan sangat kompetitif. Semua klub akan serius mempersiapkan diri untuk bisa bersaing memperebutkan gelar juara. Sulitnya mempertahankan gelar juara Premier League juga dipengaruhi oleh persoalan gengsi. Ketika ada tim yang menjadi juara, tim rival sudah pasti merasa malu dan berusaha tampil lebih baik lagi pada musim berikutnya. Ambil contoh pada Premier League 2012-13, kala itu, Red Devils tampil habis-habisan hanya agar tak lagi dibuat malu oleh rival sekota, Man City.
Perlakuan serupa diyakini juga terjadi pada musim ini. Man United tentuk tak mau disebut di bawah The Citizens. Ancaman untuk Man City juga datang dari Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Apa pun bakal dilakukan oleh ketiga tim tersebut agar status sebagai anggota The Big Four tak lantas direbut oleh Samir Nasri cs.
"Jika gagal memenangi Premier League dalam satu musim, Anda harus mendapatkannya pada musim berikutnya. Itulah spirit yang melekat di Man United. Seluruh pemain sudah siap untuk menjalankan misi khusus itu," ujar gelandang Red Devils, Juan Mata.
Mempertahankan prestasi lebih sulit dibandingkan meraihnya. The Citizens patut mengingat ujar-ujar itu. Keberhasilan pada musim lalu harus segera dilupakan. Andai terlena dan tampil inkonsisten, trofi Premier League yang digenggamnya bisa dicuri oleh Chelsea, Arsenal, Man United, atau Liverpool.

Liverpool Vs Mancester United Inside

23.23.00
•
Untuk pertama kalinya setelah 26 tahun, Stadion Anfield milik Liverpool akan kedatangan MU tanpa Sir Alex Ferguson. Untuk pertama kali pula manajer David Moyes berada di Anfield bukan untuk urusan "derby Marseyside". Pada Minggu (1/09), Moyes memang tidak lagi berwarna biru Everton, klub sekota yang pertemuannya dengan Liverpool yang bertajuk derby Marseyside. Moyes kini berwarna  merah United dan akan terlibat dalam laga paling tersohor di sepak bola Inggris alias "the most famous fixture in English football" antara Liverpool melawan Manchester United.
Tensi tinggi pertemuan memang sudah terlanjur mentradisi sejak United dikuasai rezim Sir Alex. Pasalnya, secara lahir dan batin manajer gaek ini dengan sengaja membentuk Setan Merah sebagai klub perontok eksistensi Liverpool di Inggris. Bagi Sir Alex, urusan dengan Liverpool bukan sebatas pekerjaan melainkan misi. "Misi terbesar saya adalah melengserkan Liverpool dari kedudukan tertinggi. Saya sangat serius, dan saya tidak peduli beberapa orang mengatakan ini terlalu serius. Percayalah kepada saya kehidupan akan berubah untuk Liverpool," kata Sir Alex pada awal-awal kariernya sebagai manajar United.
Ketika Sir Alex mendekati masa pensiunnya, faktanya tentang Liverpool tidak melemah. "Tidak terlalu penting melampaui Liverpool. Paling penting adalah United menjadi tim terbaik di negara ini dalam hal memenangai titel juara," kata Sir Alex saat meraih gelar ke-19 Premier League. Jadi, inilah alasan sesungguhnya mengapa pertemuan United kontra Liverpool selalu riuh. Hal ini pula yang membuat Liverpool dengan siapapun manajernya bisa bermain habis-habisan jika bertemu United.
Moyes sebagai maajer baru United jelas tak bisa berpaling dari fakta yang mencemaskan ini. Apalagi kubu Liverpool sudah bermain urat saraf dengan menyebut niat akan membuat hidup Moyes di United kepanasan. Manajer Liverpool Branden Rodgers mengaku melihat sosok Moyes dari dua sisi. Pertama, aroma Everton sebagai musuh besar Liverpool dalam derby Marseyside masih tercium pada diri Moyes. Kedua, sekarang Moyes menukangi United, klub yang selama puluhan tahun ditempatkan sebagai prioritas paling tinggi untuk dikalahkan.
Untuk melaksanakan niat ini setidaknya ada dua keuntungan bagi Liverpool. Pertama, Ridgers sangat mengerti arti pertemuan Liverpool dengan United, sebaliknya Moyes akan melakoni laga pertama dan biasanya hal pertama cenderung sulit untuk dilalui. Sementara itu faktor kedua adalah adanya pergerakan yang berarti pada Rodgers setelah menangani Liverpool bila bertemu Moyes. Kala Rodfers berlayar bersama Swansea City, pasukannya selalu takluk oleh pasukan Everton besutan Moyes. Namun, performa langsung berbeda ketika pindah menangani Liverpool. Rodfers langsung mampu menutup peluang Moyes menjadi pemenang dalam laga derby Merseyside.
Moyes paling suka menggunakan formasi 4-5-1. Skema ini memiliki opsi bisa banyak menyerang tapi juga memiliki soliditas dalam bertahan ketika diserang. Sebaliknya Rodgers masih berbulan madu dengan pemain-pemain asal Spanyol yang kini mewarnai Liverpool.

Sekilas "Derby" : Liverpool v Man United

21.39.00
•
Apakah pertemuan antara Liverpool dan Manchester United dapat disebut sebagai derby ? Mengapa tidak ? Sekilas, kedua kota, Liverpool dan Manchester, berada di dua tempat yang "jauh". Liverpool di country Merseyside, sementara Manchester ada di country Greater Manchester.
Namun sebenarnya, mereka berada di region yang sama, yaitu di barat laut Inggris. Karena itu, pertandingan antara Liverpool dan Manchester United sering disebut sebagai North West Derby atau derby Barat Laut Inggris. Meskipun, nama derby itu juga berlaku untuk klub-klub lain yang berada pada region tersebut. Demikian pula ketika Liverpool bertemu dengan klub Machester lainnya, Machester City.
Bahkan, sebelum 1972, kedua kota sama-sama menjadi bagian dari country bernama Lancashire. Setelah 1972,  karena perubahan perbatasan, country tersebut dipecah. Lancashire masih ada, namun berukuran lebih kecil. Di Inggris barat laut kini ada lima country, yaitu Cheshire, Cumbria, Greater Manchester, Lancashire, dan Merseyside.
Walau demikian, hingga saat ini, terutama mereka yang sudah masuk kategori senior citizen, penduduk Liverpool dan Manchester masih menyebut diri sebagai Lancastrian atau orang Lancashire.

Jadwal pertandingan Liverpool vs Manchester United di EPL 2013/14
Minggu, 1 September 2013
Liverpool v Manchester United
Anfield

Sabtu, 15 Maret 2014
Manchester v Liverpool
Old Trafford

Pemain Termahal Di Liga Inggris

04.20.00
•
Pemain termahal di Liga Inggris bukanlah Fernando Torres yang di transfer oleh Chelsea dari Liverpool senilai 50.000.000 euro. Karena data terbaru menunjukkan bahwa harga pasar Torres sendiri pada saat ini turun hampir 20 juta euro lebih atau lebih tepatnya harga pasar Torres saat ini adalah 31 juta euro. Begitupun dengan Andy Carroll yang menjabat sebagai transfer termahal untuk pemain Inggris.

Pada artikel ini, kita tidak membahas tentang transfer termahal yang pernah terjadi di Liga Inggris, namun pemain dengan harga pasar termahal. Siapakah pemain yang memiliki harga pasar termahal di ranah Liga Inggris pada musim ini ? Apakah pemain idola Anda yang mendapat predikat sebagai pemain termahal ? Penasaran akan informasinya ? Silahkan lanjutkan membaca informasinya.
Berikut ini adalah daftar 50 pemain di Liga Inggris yang memiliki harga pasar tertinggi pada saat ini, harga pasar yang di maksudkan adalah perkiraan harga jual si pemain itu sendiri yang di dasari atas prestasi yang telah di capai oleh sang pemain selama satu musim terakhir.
  1. Wayne Rooney (harga : 57 juta - 67 juta euro) (klub : Manchester United)
  2. Sergio Aguero (41 juta - 47 juta euro) (Manchester City)
  3. David Silva (40 juta - 46 juta euro) (Manchester City)
  4. Robin van Persie (39 juta - 45 juta euro) (Arsenal)
  5. Luka Modric (34 juta - 39 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  6. Nani (31 juta - 36 juta euro) (Manchester United)
  7. Gareth Bale (31 juta - 36 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  8. Fernando Torres (31 juta - 35 juta euro) (Chelsea)
  9. Yaya Toure (31 juta - 35 juta euro) (Manchester City)
  10. Nemanja Vidic (31 juta - 35 juta euro) (Manchester United)
  11. Vincent Kompany (31 juta - 35 juta euro) (Manchester City)
  12. Juan Manuel Mata (30 juta - 34 juta euro) (Chelsea)
  13. Michael Essien (29 juta - 33 juta euro) (Chelsea)
  14. Edin Dzeko (28 juta - 32 juta euro) (Manchester City)
  15. Mario Balotelli (26 juta - 30 juta euro) (Manchester City)
  16. Luis Suarez (24 juta - 28 juta euro) (Liverpool)
  17. Carlos Tevez (24 juta - 27 juta euro) (Manchester City)
  18. Ashley Young (22 juta -25 juta euro) (Aston Villa)
  19. Antonio Valencia (22 juta - 25 juta euro) (Manchester City)
  20. Petr Cech (22 juta - 25 juta euro) (Chelsea)
  21. Ramires (22 juta - 25 juta euro) (Chelsea)
  22. Rafael van der Vaart (22 juta - 25 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  23. Samir Nasri (22 juta - 25 juta euro) (Manchester City)
  24. Alex Song (21 juta - 24 juta euro) (Arsenal)
  25. John Terry (21 juta - 24 juta euro) (Chelsea)
  26. Emmanuel Adebayor (20 juta - 23 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  27. David Luiz (20 juta - 23 juta euro) (Chelsea)
  28. Jack Wilshere (19 juta - 22 juta euro) (Arsenal)
  29. Steven Gerrard (18 juta - 21 juta euro) (Liverpool)
  30. Joe Hart (18 juta - 21 juta euro) (Manchester City)
  31. Marouane Fellaini (18 juta - 21 juta euro) (Everton)
  32. Darren Bent (18 juta - 21 juta euro) (Aston Villa)
  33. John Obi Mikel (17 juta - 20 juta euro) (Chelsea)
  34. James Milner (17 juta - 20 juta euro) (Manchester City)
  35. Chicharito (17 juta - 20 juta euro) (Manchester United)
  36. Pepe Reina (16 juta - 19 juta euro) (Liverpool)
  37. Patrice Evra (16 juta - 18 juta euro) (Manchester United)
  38. Micah Richards (16 juta - 18 juta euro) (Manchester City)
  39. Thomas Vermaelen (16 juta - 18 juta euro) (Arsenal)
  40. Bacary Sagna (16 juta - 18 juta euro) (Arsenal)
  41. Phil Jones (16 juta - 18 juta euro) (Manchester City)
  42. Branislav Ivanovic (16 juta - 18 juta euro) (Chelsea)
  43. Anderson (16 juta - 18 juta euro) (Manchester United)
  44. Leighton Baines (16 juta - 18 juta euro) (Everton)
  45. Dimitar Berbatov (15 juta - 17 juta euro) (Manchester United)
  46. Daniel Sturridge (15 juta - 17 juta euro) (Chelsea)
  47. Nigel de Jong (15 juta - 17 juta euro) (Manchester United)
  48. Ashley Cole (15 juta - 17 juta euro) (Chelsea)
  49. Aleksandar Kolarov (15 juta - 17 juta euro) (Manchester City)
  50. Theo Walcott (15 juta - 17 juta euro) (Arsenal)
Itulah daftar 50 pemain di Liga Inggris dengan termahal dalam nilai harga pasar terbaru. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Sumber : http://www.transfermarkt.co.uk/en/premier-league/marktwerte/wettbewerb_GB1.html
 
Copyright © PENGETAHUAN ISENG - ARTIKEL COPY PASTE. Designed by OddThemes & Distributed by Blogger Templates